Travelogue

Dalam Kata Terdapat Berbagai Makna, Dalam Makna akan ada Banyak Cerita

ntah.. March 7, 2009

Filed under: Kisah — bbbeeeuuuhhh @ 14:55

kadang ku terpaku dengan apa yang aku miliki, aku sadari semuanya tak mungkin aku gapai, semuanya tak mungkin aku raih, pasti ada salah satu yang harus aku korbankan dan aku tinggalkan..

mencoba sesuatu itu bagus, akan tetapi sesuatu tersebut haruslah sesuatu yang baik, aku pikir, sesuatu yang aku pikirkan ini adalah sesuatu yang baik, sesuatu yang dapat membuat diriku lebih maju..

ya..aku berharap seperti itu..

pagi ini ku tiba di sekolah dengan tas yang lebih ringan dari biasanya. Tentu saja, hari ini adalah hari dimana kelas XII melakukan ujian praktek, dan untungnya hari ini merupakan hari yang cukup menyenangkan. Jadwal ujian praktek hari ini hanya bahasa inggris dan bahasa Indonesia, tema kedua pelajaran tersebut pastinya mengarang. dengan lihai aku dapat menyelesaikan tugas tersebut.

tapi sebelum kami melakukan tugas kami tersebut, jam 07.00 aku tiba di sekolah untuk melakukan latihan bersama teman-temanku, dan juga adik kelasku tercinta, entah mengapa emosiku hari ini cukup meluap, entah karena perlakuannya yang menyebalkan, ataukah hanya perasaanku saja. Paskibra merupakan organisasi dimana kita di didik untuk tegas dan disiplin. aku tau, walaupun penegakan disiplin dalam diriku belum optimal, tapi setidaknya, ketika aku sedang melaksanakan latihan, aku bisa serius.

datang terlambat, penuh dengan senyum menyebalkan, gerakan yang ga penting, dan centil yang berlebihan membuat kekesalanku semakin memuncak.

” geb, mau ikut latihan ga?.” rekan ku bertanya padaku.

” enggak .” dengan tegas aku menjawab, dengan memberikan tatapan kesal.

“yaudah, kalo gak mau mah biasa aja atuh.” katanya

“yaudah sih, kalian latihan aja.” dengan kesal aku menjawab.

setelah menjawab pertanyaannya, hatiku merasa bersalah, tidak seharusnya aku melampiaskan kekesalanku pada orang lain, tapi..karena rekanku ini juga menyebalkan, jadi.. rasa bersalahku menjadi tidak terlalu besar.

bel masukpun berbunyi, tanda kami harus menyelesaikan latihan, walaupun sebenarnya pada hari ini aku tidak mengikuti latihan, hanya memperhatikan adik-adik kelasku.

aku berdiri di samping rekanku, dengan tatapan menakutkan, aku menatap lurus kedepan

” hogh pimpin barisan.” spontan temanku berkata.

” ga mau.” lagi-lagi aku menjawab dengan singkat dan tegas.

” din, komando kasihin ke geby.” rekanku berkata pada adik kelasku yang pada saat itu sedang memegang komando.

adik kelasku hanya tersenyum.

” geby bilang ga mau !.” jawabku kesal.

” hogh din, kasihin ke geby, berani ga kasihin ke geby?.” pertanyaan yang bodoh yang di lontarkan rekanku pada adik kelasku.

memangnya semenakutkan apakah sikapku pada hari ini?

adik kelasku hanya tersenyum.

” cepetan kasihin komando ke geby.” ujar rekanku pada adik kelasku.

adik kelasku menatapku, dengan suara yang tidak pasti, dan tidak tegas aku pikir. padahal sebelum itu, ia memegang komando dengan tegas.

” kepada ka geby silahkan ambil alih komando.” ujarnya.

” komando saya ambil alih. siap grak !.” kataku tegas.

” sebelum kita memulai aktifitas, ada baiknya kita berdoa, berdoa mulai.” kamipun berdoa

” bubar jalan !.” sebelum bubar mereka hormat.

” ulangi !.” kata rekanku yang lain.

” DIEM ! komando ada di geby ! ada kesalahan apa ?.” tanyaku.

” mereka gak kompak.” dengan nada yang kaget ia menjawab.

” tanpa penghormatan balik kanan bubar jalan.” rekanku yang lain berkata.

anak-anakpun ada yang berbalik untuk bubar.

” ULANGI ! KOMANDO ADA DI GEBY !.” jawabku kesal.

” bubar jalan !.” kataku, tapi.. karena aku pikir mereka tidak kompak, maka aku ulang.

” ULANGI ! BELUM KOMPAK ! BUBAR JALAN !.” karena aku pikir bel sudah berdering sejak tadi, maka aku membalas hormat mereka, dan akhirnya mereka berbalik dan bubar.

memang, pada paskibra apabila komando memberikan aba-aba ” TANPA PENGHORMATAN BALIK KANAN BUBAR JALAN !.” pasukan dapat langsung balik kanan tanpa menghormat kepada komandan, akan tetapi apabila ada aba-aba ” BUBAR JALAN !.” pasukan diharuskan hormat kepada komandan sebelum melakukan bubar jalan.

hari itu aku tau, aku sangat menjengkelkan dimata mereka, tapi bagaimana lagi, aku sudah terlalu kesal, apalagi dengan makhluk yang satu itu. ketegangan yang tergores di  wajah mereka sangat peka terlihat, yang biasanya ada saja pasukan yang bergerak dan tidak fokus, tapi ketika tadi pagi itu, saat komando aku ambil alih, semua berubah menjadi lebih fokus, konsentrasi, dan lebih tegap.

haruskan aku memperlihatkan wajah dan sikap garang setiap hari pada mereka, aku kan anak yang baik, rajin senyum dan tidak sombong, huahahhaa.

ya..kata-kata itu mungkin bisa menghilangkan sedikit kekesalan yang aku rasakan pada pagi hari ini..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s