Travelogue

Dalam Kata Terdapat Berbagai Makna, Dalam Makna akan ada Banyak Cerita

Meminta Maaf dan Memaafkan August 22, 2012

Filed under: Refleksi — bbbeeeuuuhhh @ 14:25

Bulan Ramadhan telah terlewati, sempat terpikir dibenak ini tentang rutinitas Lebaran yang saling mengunjungi saudara untuk bersilaturahmi saling bermaaf-maafan. Aura Lebaran yang masih pekat ini banyak sering sekali mendapat kiriman sms berupa ucapan meminta maaf. Sudah menjadi hal yang biasa untuk saya mengirimkan pesan serupa kepada rekan dan kerabat, kebiasaan itu tidak dilaksanakan biasanya ketika pulsa tidak memadai (Red. Curhat) :P

seseorang yang membuat saya selalu berfikir 2 kali untuk mengirimkan sms permintaan maaf yang menjadi kebiasaan itu, setiap mengucapkan minta maaf selalu di jawab “Ah.. pake minta maaf segala. kayak orang-orang aja deh.”. terbesit juga ucapannya yang lain “Ahh.. ga perlu minta maaf, berfikir positif saja, orang-orang pasti udah maafin kok, kan kita sebagai manusia harus berpikir positif.”. Hhhmm.. jadi galau, jadi ga perlu minta maaf gitu? kan udah berpikiran positif bahwa orang-orang pasti memaafkan.

Terbesit dalam benak. Kawan.. Ilmu itu harus di gali bukan? tidak boleh menerima mentah-mentah begitu saja. Cari kebenarannya.

Walhasil, saya membuka Al-Qur’an & Hadist, bagaimana tanggapannya tentang meminta maaf dan memaafkan.

Memaafkan dan meminta maaf keduanya sangat sulit di lakukan, ketika suatu saat kamu pernah sangat tersakiti kadang atau malah sering timbul rasa marah dan benci dalam hati ini, salah? tidak, itu wajar. kita sebagai manusia diberkahi perasaan oleh Allah SWT, jadi wajar ada rasa marah ataupun benci, yang tidak boleh itu adalah rasa marah & benci yang berlarut-larut. Disinilah keikhlasan untuk memaafkan di uji. melupakan rasa sakit serta membuang jauh-jauh rasa dendam dalam diri dan segera memberikan maaf adalah sesuatu yang luar biasa di lakukan. Bukan hanya memaafkan dari ucapan, tapi juga memaafkan dari hati yang terdalam, bukan memaafkan dengan ikhlas namanya jika suatu saat kejadian itu masih diungkit-ungkit.

Dalam Al-Qur’an disebutkan :

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Araf [7] :199)

… dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur [24] :22)

Selain Memaafkan, Meminta maaf bukanlah suatu hal yang mudah juga. Ketika kamu melakukan hal yang melukai hati orang lain, Meminta maaf adalah kata ajaib yang dapat mencairkan hati yang marah dan mengembalikan silaturahmi yang tadinya renggang. Ketika meminta maaf dilakukan tetapi orang yang dituju tidak memberikan maaf, maka itu bukanlah menjadi masalah. kewajiban kita adalah meminta maaf, bukan meminta maaf yang berupa basa-basi atau hanya pura-pura saja. tapi permintaan maaf yang tulus dari hati yang paling dalam.

“Orang yang menyambung kekerabatan bukanlah orang yang membalas kebaikan, tetapi orang yang menyambungnya adalah orang yang menyambung kekerabatannya apabila diputus” (Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5991), Abu Dawud (no. 1697), & at-Tirmidzi (no. 1908), dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu)

“Tidak masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi”. (Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5984) & Muslim (no. 2556), dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu.)

“Barangsiapa yang suka diluaskan rezekinya & dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”.(Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh Bukhari (no. 5986) & Muslim (no. 2557 (21)).)

Perlu kita ingat baik-baik, Islam mengajarkan bahwa siapapun yang mempunyai kesalahan terhadap orang lain, pernah menyakiti atau menzhalimi orang lain, maka bersegeralah meminta halal dan maaf dan jangan menunggu nanti penyelesaiannya di hadapan Allah Ta’ala. Karena nanti di hadapan-Nya yang ada hanyalah; “Terimalah ini pahala saya”, atau “Terimalah dosa orang yang pernah kamu zhalimi”, tidak ada emas dan perak untuk menyelesaikannya!

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang pernah mempunyai kezhaliman terhadap seseorang, baik terhadap kehormatannya atau apapun, maka minta halallah darinya hari ini!, sebelum tidak ada emas dan perak, (yang ada adalah) jika dia mempunyai amal shalih, maka akan diambil darinya sesuai dengan kezhalimannya, jika dia tidak mempunyai kebaikan, maka akan diambilkan dosa lawannya dan ditanggungkan kepadanya”. (Hadits riwayat Bukhari).

 

Jadi, kesimpulan yang saya dapat adalah. Tidak hanya Memaafkan kita pun harus berani untuk bisa meminta maaf, Memaafkan bukanlah perkara yang mudah dan meminta maaf yang sungguh-sungguh juga bukan hal yang gampang. Keduanya harus dapat beriringan.

Seseorang yang dapat memberikan maaf adalah seseorang yang Berjiwa Besar, seseorang yang dapat meminta maaf adalah seseorang yang Berani. Seseorang yang dapat memaafkan dan meminta maaf adalah seseorang yang Subhanallah sangat Luar Biasa.

 

SELAMAT IDUL FITRI 1433 H

Taqabbalallahu Minna wa Minkum

“Yang bernama hebat bukanlah orang yang banyak menjatuhkan lawannya,tetapi orang yang handal dan sejati adalah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika marah”

[Hadis Riwayat Muslim]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.